Bangun dan Gembira merupakan sebuah proyek pemetaan lingkungan dengan menggunakan pendekatan partisipatoris. Diawali dengan workshop fotografi dan video untuk anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi bencana gempa bumi di Kabupaten Bantul, Jogja.

Partisipasi adalah sebuah proses dimana pihak-pihak yang terlibat berbagi pengaruh dan kontrol atas semua hal, baik inisiatif, keputusan maupun sumber daya, yang secara langsung atau tidak akan memberikan pengaruh bagi kehidupan mereka sendiri. Konsep ini diterjemahkan ke dalam term `kepemilikan’, dimana kemungkinan akan keterlibatan penuh dari warga atau masyarakat yang mendapatkan keuntungan dari program tertentu dibuka selebar-lebarnya. Jadi tujuan dari pendekatan ini adalah untuk membangun rasa kepemilikan atas keputusan dan tindakan.

Berjalan-jalan dengan kamera di tangan, mereka mengambil gambar reruntuhan rumah dan lingkungan sekitar, sementara juga berbicara tentang pengalaman yang berkaitan dengan objek yang difoto. Dengan melakukan hal itu, mereka dapat merubah ingatan dan pengalaman menjadi sebuah kesadaraan sekaligus merangsang untuk lebih memiliki empati terhadap lingkungannya.

Participation is a process in which the parties involved share influence and control over all things, both initiatives, decisions and resources, which directly or will not affect their own lives. This concept is translating into terms of ‘ownership’, where the possibility of full involvement of residents or people who benefit from a particular program is wide open. The essence of ‘ownership’ is that the subject of a program alone determines the direction of the process, namely the direction of planning, design, implementation, monitoring and evaluation of the program. The participatory approach itself is based on ‘that the relationship between stakeholders (NGOs, the Council, the Government, etc.) and the community is collaborative at each stage of program development’.

So the purpose of this approach is to build ownership of decisions and actions. Take a walk with the camera in their hand, take pictures of the ruins of their homes and surroundings, while also talking about their experiences related to the objects they photographed. By doing it, they can turn their memories and experiences into awareness while stimulating them to have more empathy for their environment.

Bangun Dan Gembira (Rise And Shine) developed for traumatic healing after the earthquake in Yogyakarta in 2006.