Melihat wajah lain Asia, Cafe Society di bulan Mei ini mengeksplorasi keberagaman Asia yang kompleks lewat kisah-kisah personal nan intim. Lewat gaya penceritaan slow cinema, kesembilan film dalam sajian ditandai oleh narasi yang minim, plot observasional, penggambilan gambar yang statis, serta penggunaan suara yang muncul dari suasana sekitar alih-alih scoring. Di tengah hiruk pikuk modernitas Asia yang seolah melaju terburu-buru, penonton diundang untuk sejenak singgah melihat sisi Asia yang jauh dari sorotan dan bisa jadi terabai: Asia dari tepian.