Para Pembuat Ayat

Pameran Postscript/Notabene “Para Pembuat Ayat” mengisahkan perjalanan KamarKost selama sembilan bulan hidup bersama masyarakat dusun Tanjung di kaki gunung Merapi, Cangkringan. Dalam perjalanannya, KamarKost mengalami dan menemukan esensi laku hidup dengan gestur merunduk: merunduk pada alam, merunduk pada leluhur, dan merunduk pada modernitas. Temuan ini sekaligus menjadi pengaruh besar atas praktik fotografi kolase yang telah ditekuni. Dengan metode kolase, KamarKost mengkonstruksi ulang temuan dengan penuh kekhusyukan (secara performatif), memotong, dan menempel potongan-potongan narasi untuk menciptakan narasi baru.

Sebagai upaya mengkritisi praktik tersebut, Ruang MES 56 mengundang Amos Ursia, seorang penulis muda sekaligus peneliti seni untuk memberi pandangan lain atas temuan laku hidup maupun laku seni yang dijalani oleh KamarKost. Selama empat minggu berproses, Amos Ursia dengan kritis mengamati bagaimana eksplorasi dan eksperimen yang dilakukan oleh KamarKost di dusun Tanjung maupun ruang galeri.

Postscript/Notabene merupakan sebuah laboratorium bersama di mana praktik seni multi disiplin dapat dikritik, diperdebatkan, atau dievaluasi secara terbuka. Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi tempat untuk apresiasi seni, tetapi juga sebagai wadah untuk diskusi yang lebih luas dan relevan dengan perkembangan ekosistem seni hari ini.

Postscript/Notabene
“Para Pembuat Ayat”

KamarKost.ch (@kamartkost.ch )
Amos Ursia (@amosbaikbaik)

Pameran:
1-14 Juni 2024

Pembukaan:
1 Juni 2024
Jam 16.00 WIB

Ruang MES 56,
Jl. Mangkuyudan No. 53A, Yogyakarta
Buka tiap Senin-Sabtu
13.00-21.00 WIB

Program ini didukung oleh Danaindonesiana Kemendikbud RI.

#pameransenirupa #pameranfotografi #fotografikontemporer #senikontemporer #fotografi #danaindonesiana #lpdp #kemendikbud