Landscape of Deception berbicara mengenai kegelisahan saya terhadap pengaburan konteks-konteks, latar belakang sejarah kekerasan suatu tempat. Suatu lokasi yang indah, kadang menyimpan sejarah yang sama sekali berbeda. Di balik keasrian dan keapikannya, tersembunyi kisah-kisah yang kelam, suram dan memilukan, jauh dari penampakan dan peruntukannya. Bisa jadi keindahan tersebut sengaja dibuat untuk mengaburkan sejarah gelap tersebut, dan dilakukan oleh pemerintah atau masyarakat setempat dengan tujuan mengalihkan sejarahnya tersebut dari kita.

Salah satu sejarah kelam Indonesia adalah Tragedi 65. Kala itu banyak manusia tidak bersalah yang dibunuh dan mayatnya dibuang begitu saja di tempat-tempat yang jauh dari keramaian. Orang-orang kemudian menyebarkan cerita seram mengenai tempat tersebut agar orang tidak datang lagi ke sana. Tapi hari ini situasi berubah. Tempat-tempat tersebut juga berubah. Tempat-tempat itu dibuka menjadi tempat-tempat wisata yang justru mengundang banyak orang untuk datang. Tempat-tempat itu menjadi sangat indah, tertata dan terawat. Jauh dari kesan muram dan suram di mana pembunuhan tersebut terjadi. Orang kemudian lupa. Sejarah tidak lagi diperbincangkan. Dan pada hari ini kita tidak menyadarinya. Bahkan kita sering terbuai oleh kemolekan tempat itu sehingga tidak pernah mempertanyakannya lagi.

Ternyata sebuah keindahan juga bisa menipu kita.

Digital print & frame
20 x 30 cm
19 editions
2017

USU//RP03
Harga/Price

IDR 1.000.000

Purchase