Diperkirakan 2,5 juta tahun yang lalu hidup spesies yang disebut homo habilis moyang dari homo erectus. Kata “ha- bilis” berarti tangan yang berguna atau terampil, jadi Homo habilis berarti “manusia terampil.” Disekitar temuan fosil homo habilis juga berserak benda purbakala yang diperkirakan sebagai alat bantu, salah satunya batu perimbas yaitu sebuah alat bantu untuk memotong. Alat alat bantu tersebut adalah temuan penting yang membawa evolusi perada- ban manusia sampai saat ini. Alat diciptakan untuk membantu tangan yang punya banyak keterbatasan. Penemuan alat alat bantu pun berkembang sesuai kemajuan peradabannya. Tujuan penciptaan alat adalah untuk mempermu- dah melakukan sesuatu, bahkan menciptakan sesuatu alat bantu baru. Saat ini alat alat bantu tangan tersebut adalah benda benda yang merepresentasikan alat kerja. Pekerja tangan ada- lah orang yang bekerja dengan ketrampilan. Lebih jauh juga dapat dikatakan, bahwa setiap orang butuh untuk bek- erja, karena ia memiliki kebutuhan untuk menjadi bagian dari suatu kelompok, dan menjalin relasi yang bermakna dengan orang-orang yang ada di sana. Aristoteles pernah mengatakan bahwa manusia adalah mahluk yang berpolis. Artinya manusia adalah mahluk yang membutuhkan kelompok untuk menegaskan jati dirinya. Bekerja adalah cara terbaik untuk menjadi bagian dari suatu kelompok. Dengan bekerja, manusia bisa memenuhi kebutuhannya dengan bekerja, manusia mendapatkan status di masyarakat dan dipandang sebagai warga yang bermanfaat. Dengan bekerja, manusia mampu secara kreatif menciptakan dan mengembangkan dirinya. Dari alat alat itulah kerja manusia jadi lebih dipermudah, sehingga alat alat tersebut dieksploitasi sampai tidak bisa menjalankan fungsinya secara maksimal, dan diciptakan alat baru yang dikembangkan dari fungsi terdahulunya, dan terus menerus diciptakan untuk memenuhi hasrat manusia yang tidak ada habisnya. Benda benda dalam karya sengaja saya pinjam dari orang orang yang disekitarku dengan beragam profesi mulai seniman, art handler, bengkel motor, tukang kayu bahkan juru masak di sebuah restoran. Pada proyek seni ini saya bereksperimen menggunakan teknik Photogram yaitu sebuah teknik pra fotografi modern. Ketika tahun 1800an William Henry Fox Talbot menyebutnya dengan Photogenic Drawings, dengan meletakkan ben- da diatas kertas yang peka terhadap cahaya kemudian dicahayai dengan waktu tertentu kemudian di proses dalam 3 tahapan kimiawi. Pemilihan kertas 3R yang dimontase adalah siasat saya mengakali material analog fotografi yang cukup langka dan terbatas dipasaran. Bagi saya keterbatasan material adalah tantangan baru untuk terus mem- produksi karya. Pemilihan medium photogram sengaja saya pilih dan terus saya kembangkan seiring perkembangan teknologi digital yang sangat cepat, agar kita tahu bahwa medium ini bisa dilihat sebagai medium artistik seniman hari ini.

 

 

 

Fotogram Montage Di atas Kertas Silver Gelatine.
36 cm x 28 cm
Monoprint
2019

USU//EDR06
Harga/Price

IDR 1.500.000

Purchase