Raw Power adalah program workshop dari Ruang MES 56 yang fokus pada aplikasi gagasan dan pemikiran kritis pada ketrampilan teknik seni. Dalam upaya menghadapi masa pandemi coronavirus, Raw Power kembali hadir dalam format back-to-back online classes. Dalam seri kelas ini, MES 56 akan membuka tiga kelas online.


Master Class Penciptaan Karya Fotografi bersama Angki Purbandono
6 Mei 2020 | 15.00 – 17.00 WIB
Master Class ini akan mengajak partisipan untuk mengenal praktik berkesenian dan penciptaan karya melalui perspektif pengalaman Angki Purbandono selama lebih dari 20 tahun berkarya. Angki sendiri merupakan seorang seniman yang memulai karir dengan medium fotografi, yang kemudian dikenal sebagai pionir seniman scanography di Indonesia maupun Asia Tenggara. Strategi kreatif apa yang tepat digunakan di kancah seni yang lebih mapan atau yang baru berkembang? Bagaimana gagasan ideologis dibalik setiap karya maupun praktik seni dalam berkarir sebagai seniman?

Kelas ini mencoba untuk menepis pemikiran pragmatis atas menjadi seniman yang hanya berorientasi pada penciptaan obyek dan menilik pentingnya pendalaman gagasan dan praktik kesenian yang memberikan dukungan pada ekosistem seni.

Angki Purbandono adalah seniman yang yang secara terus menerus mendorong batas penggunaan medium fotografi dalam berbagai ekpresi dan proyek seni. Ia adalah salah satu pendiri MES 56, kolektif seni yang mengeksplorasi praktik fotografi lintas-disiplin yang berbasis di Yogyakarta dan PAPs (Prison Art Programs), program seni penjara di Yogyakarta.

Angki telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seni nasional maupun internasional, diantaranya residensi 1 tahun Asian Artist Fellowship, Changdong Art Studio, Korea Selatan tahun 2005-2006, Pameran LIVE and LET LIVE: Creators of Tomorrow, 4th Fukuoka Asian Triennale (2009), Jakarta Biennale XIII 2009 ARENA: Zona Pertarungan, Jakarta (20090. Angki juga telah berpameran tunggal di berbagai tempat seperti 2 Folders from Fukuoka, Fukuoka Asian Art Museum, Fukuoka, Japan tahun 2010 dan Grey Area, Bangkok University Gallery, Bangkok, Thailand tahun 2017.

Selain berpraktik sebagai seniman, ia juga aktif dalam kegiatan edukasi seperti TED Talks, Lingkar Ganja Nusantara, program BBM (Belajar Bersama Maestro) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan beberapa program lainnya.

Portfolio Review Fotografi Kontemporer bersama Wimo Ambala Bayang dan Akiq AW
7 Mei 2020 | 13.00 – 15.00 dan 15.00 – 17.00 WIB
Portfolio Review ini akan mengajak partisipan untuk mengenal dan memahami project-project yang telah dibuat oleh masing-masing partisipan sebagai upaya pengembangan dan strategi dalam menciptakan karya seni berbasis fotografi melalui perspektif Wimo Ambala Bayang dan Akiq AW. Wimo dan Akiq adalah seniman yang memiliki praktik kesenian berisisan dengan praktik kurasi di Indonesia maupun International. Strategi kreatif seperti apa yang tepat untuk mengolah pengalaman, isu tertentu untuk menjadi sebuah karya seni?

Portfolio Review ini mencoba untuk membedah bagaimana mempertajam gagasan dan menilik pentingnya pendalaman ideologi berkarya dalam penciptaan sebuah karya yang telah dilakukan masing-masing partisipan.


Membedah Praktik Berjejaring dan Residensi bersama Wok The Rock
8 Mei 2020 | 15.00 –17.00 WIB
Kelas ini mengajak partisipan untuk mengenal dan memahami program residensi seniman sebagai praktik berkesenian lintas budaya dan geografis sekaligus sebagai upaya dalam pengembangan jaringan. Persiapan apa saja yang dibutuhkan dalam menghadapi kondisi yang serba berbeda? Strategi kreatif apa yang tepat digunakan di kancah seni yang lebih mapan atau yang baru berkembang? Posisi dan sikap politis seperti apa yang sesuai saat membangun jaringan?

Sesi ini mencoba untuk menepis pemikiran pragmatis atas residensi sebagai program jalan-jalan gratis ke luar negeri dan penunjang karir ekonomi semata.

Wok The Rock adalah seniman yang aktif di bidang seni rupa, desain dan musik. Ia merupakan salah satu pendiri Ruang MES 56, kolektif seni yang mengeksplorasi praktik fotografi lintas-disiplin yang berbasis di Yogyakarta dan label musik Yes No Wave Music.

Wok sering menggarap proyek-proyek seni lintas-disiplin yang melibatkan beragam komunitas. Banyak di antaranya dikerjakan saat menjalani residensi di Open Archives (Australia), Koganecho Bazaar (Jepang), Casco Art Institute (Belanda), dan Delfina Foundation (Inggris). Ia juga berperan sebagai kurator untuk Biennale Jogja XIII 2015 dan Nusasonic, sebuah festival musik eksperimental Eropa dan Asia Tenggara.


Biaya:
IDR 100.000/sesi dan terbatas untuk 10 peserta.
Khusus sesi portfolio review IDR 150.000 dan terbatas untuk 8 peserta.

Paket Sesi lengkap: Rp. 300.000.

Pendaftaran dibuka 30 April – 5 Mei 2020 (batas akhir pukul 17.00 WIB)
Kontak: Isal (0821-3837-3763)