Applied Theory adalah program workshop dari Ruang MES 56 yang fokus pada aplikasi teori, metode, gagasan dan pemikiran kritis pada keterampilan teknik seni. Dalam upaya menghadapi masa pandemi coronavirus, program ini kembali hadir dalam format Back-to-Back Online Classes. Dalam seri kelas ini, MES 56 akan membuka dua kelas, yaitu:

Penciptaan dan Pengelolaan Pameran untuk Seniman dan Kurator Muda bersama Akiq AW
30 Juli 2020 | 15.00 – 17.00 WIB
IDR 100.000 per sesi dan terbuka untuk 10 orang

Akiq AW seniman visual, dan merupakan board-member dari MES 56. Karya-karya Akiq kerap menginvestigasi taktik hidup keseharian, dan isu-isu sosial menggunakan medium fotografi, dan video.

Karya-karya Akiq telah dipamerkan di beberapa pameran di Centre for Contemporary Photography Melbourne, Art Dubai, 38th EVA International Ireland’s Biennale 2018 dan Dak’Art: The Biennale of Contemporary African Art, dan beberapa lainnya. Selain menjadi seniman, ia juga kerap berperan sebagai kurator tamu dalam beberapa pameran, seperti The Sweet and Sour Story of Sugar (kolaborasi dengan Noorderlicht Photo Festival), Festival Arsip (bersama Indonesian Visual Art Archive, Jogja Biennale, dan beberapa lainnya.

Kelas ini akan mengajak partisipan untuk mengenal dan memahami proses penciptaan pameran dari perspektif seniman dan/atau kurator yang ingin membangun narasi sebuah pameran. Persiapan apa saja yang dibutuhkan oleh seorang seniman dalam membangun narasi pameran tunggalnya? Strategi kreatif apa yang tepat digunakan oleh kurator untuk mengembangkan sebuah tema pameran? Posisi dan sikap politis seperti apa yang perlu hadir dalam sebuah pameran?

Kelas ini mencoba untuk mempertajam gagasan sebuah pameran dan melihat pameran sebagai praktik artistik serta ruang penciptaan bagi seniman maupun kurator.

Penciptaan dan Pengelolaan Pameran untuk Seniman dan Kurator Muda bersama Akiq AW
31 Juli 2020 | 15.00 – 17.00 WIB
IDR 100.000 per sesi dan terbuka untuk 10 orang

Sebagai seniman dan desainer, praktik Anang kerap beririsan dengan kerja-kerja sosial dan kolaboratif dari berbagai disiplin. Salah satu project kolaboratif yang sedang ia kerjakan saat ini adalah “Panen Apa Hari Ini?”, sebuah kerja kolaborasi bersama Ustad Sofyan dan kelompok petani di Kulon Progo, Yogyakarta. Selain itu, Anang kerap dilibatkan sebagai direktur artistik dalam beberapa pameran seperti: “Difable Culture Week” bersama Indonesian Visual Art Archive (IVAA), “Benang Merah Festival” bersama Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKIS), Jogjakarta International Batik Biennale dan beberapa lainnya.

Kelas ini akan mengajak partisipan untuk mengenal dan memahami praktik seni dan desain yang beririsan dengan aksi-kerja sosial dalam masyarakat. Persiapan apa saja yang dibutuhkan dalam menghadapi praktek tersebut? Strategi kreatif seperti apa yang tepat digunakan dalam merespon isu sosial di tengah masyarakat?

Workshop ini mencoba untuk membedah praktik seni dan desain yang dapat beririsan aksi-kerja sosial bersama masyarakat, dan melihat kembali peran seniman di dalam menjadi salah satu corong untuk menyuarakan isu-isu sosial di masyarakat.

Pendaftaran dibuka 22 – 28 Juli 2020 (batas akhir pukul 17.00 WIB)
Kontak: Fajar (0813-9206-8758)