M. Alfariz dan Gisela Maria mengundang kalian untuk mengenal lebih dekat tentang Anthotype dan pembuatan kertas daur ulang. Catat jadwalnya:

27 November-2 Desember 2022 | 14.00 – 17.00 WIB

Jumlah peserta terbatas, silahkan langsung datang aja dan dipersilakan membawa kertas bekas sendiri.

/

Pameran “Unpredictable Bloom” menghadirkan proses yang cukup panjang dari M. Alfariz dalam bereksperimen menggunakan teknik cetak Anthotype. Ketertarikan awal Fariz bermula dari upaya pencariannya atas proses fotografi lebih ramah lingkungan. Sebagai upaya menjawab pencariannya tersebut, Fariz bekerjasama dengan Gisela Maria, seniman-penggerak aktivitas material daur ulang untuk berproses bersama.

Selama enam minggu berproses, kedua seniman ini melihat kembali praktik yang mereka lakukan masing-masing, secara reflektif dan konstruktif. Pengamatan mereka secara kritis atas seluruh proses tersebut, serta eksplorasi dan eksperiman yang telah mereka lakukan akan dihadirkan dalam sebuah catatan yang dapat digunakan/dilanjutkan baik oleh mereka sendiri maupun orang di sekitarnya.

Pameran yang dikerjakan oleh M. Alfariz ini adalah bagian dari seri pameran Postscript/Notabene, sebuah program yang menginstitusi iklim kritik dan saran yang terjadi dalam praktek sehari-hari seniman dan komunitasnya. Pada tiap seri, secara bersamaan dipilih seorang/kelompok seniman untuk mempresentasikan karyanya di dalam galeri sebagai ‘postscript’ dan di tembok teras, seorang/kelompok seniman, peneliti, penulis atau pekerja kreatif lainnya merespon, menggugat atau menunjukkan kegagalan dari karya yang dipresentasikan seniman sebagai ‘notabene’. Notabene kali ini mengundang Gisela Maria untuk memberikan respon kritis.

Ruang MES 56,
Jl. Mangkuyudan No. 53A, Yogyakarta
Buka tiap Senin-Sabtu
13.00-19.00 WIB

Ruang MES 56 dan Program ini mendapatkan bantuan pemerintah melalui Dukungan Institusional Danaindonesiana Kemendikbud RI