Memasuki bulan Maret 2017, Ruang MES 56 merubah bentuk dan fungsinya. Platform baru yang kami sebut sebagai ‘Ruang Kooperatif untuk Seni dan Lain-lain’ ini dirancang sebagai uji coba MES 56 yang fokus pada bentuk studio yang bersifat kolektif, terbuka, dan mampu membiayai dirinya secara mandiri. Eksperimen model ini diharapkan mampu bekerja secara kooperatif bersama komunitas dan jejaringnya dalam mengelola sebuah rumah yang digunakan sebagai studio kerja, kelas belajar, ruang bermain dan hunian.

Program-program reguler diselenggarakan setiap bulan meliputi lokakarya Raw Power (keahlian teknik seni), Applied Theory (kelas teori), Cafe Society (bioskop mini), proyek seni, presentasi publik, pesta artistik, dan Toko 56 yang menjadi dukungan ekonomi.

Program-program tersebut dipimpin oleh Tim Transistor yang merupakan anggota-anggota muda, yaitu Ama Bahas, Andri William, Afil Wijaya, Dito Yuwono, Eri Rama, Fajar Riyanto, Gatari Surya Kusuma, Mario Mamasta, Vandy Rizaldi, dan Yudha Kusuma Putera. Tim ini bekerja bersama Forum Film Dokumenter, Bakudapan Food Study Group, Sekutu Imajiner dan Yes No Shop.