— Arlingga Hari Nugroho

Heightened Soda #1 (dok. Muhammad Alfariz)

The Puddles of Puke, begitulah judul yang dipilih untuk memberi nama Pameran Tunggal Seri Legal Artist #2021 karya Daniel Satyagraha yang berlangsung sepanjang 26 Desember 2021 hingga 15 Januari 2022 di Ruang MES 56, Yogyakarta.

Daniel mencoba untuk memuntahkan dan membaca ulang genangan karya-karya yang pernah diproduksinya, secara gagasan maupun artistik yang ditampilkan. Pengembangan laku berkesenian ini hadir dalam pameran The Puddles of Puke dan diwujudkan melalui proses mengubah bentuk dan campur aduk material di antara bunga plastik, resin, dan barang bekas. Tumpang-tindih di antara ketiga material ini justru melahirkan bentuk tiga dimensi yang saling terikat.

Di balik setiap karyanya, Daniel Satyagraha menekankan eksplorasi material di luar fotografi untuk membicarakan fotografi itu sendiri. Gagasan ini berangkat dari konsep repetisi (pengulangan) yang berkelindan di sekitar dunia fotografi; produksi, bentuk, dan daur ulang. Begitu juga pada pemilihan material yang menunjukkan historis keberadaannya sebagai repetisi atau bahan tiruan atas material sebelumnya yang akhirnya menjadi pengulangan dalam bentuk yang berbeda.

Being Crammed #2 (dok. Muhammad Alfariz)

Proses produksi karya yang dilakukan Daniel Satyagraha bisa dikatakan seperti letupan-letupan dugaan. Sebab mungkin saja karya yang kita lihat ini, bisa saja rentan berbeda dengan apa yang dibayangkan oleh Daniel sendiri. Dalam prosesnya, Daniel harus mempelajari bagaimana karakter di setiap material yang dipilihnya.

Resin memiliki kerentanan berubah bentuk dalam hitungan detik. Menjaga resin tetap lentur ketika dibentuk sebelum akhirnya mengeras adalah tahapan yang tentu saja harus dicoba berulang kali. Sehingga dalam pengerjaannya, dugaan-dugaan akan bentuk baru, bentuk yang berubah, dan ekspetasi atas keutuhan bentuk dari ketiga material menjadi taruhan yang diambil Daniel.

Setidaknya ada sekitar 5 karya yang dibentuk Daniel Satyagraha secara serta merta, yaitu Dabs Of Glue, Being Crammed #1 – #2, dan Heightened Soda #1 – #2. Kelima karya ini diletakkan pada beberapa sudut galeri Ruang MES 56 yang didominasi dinding berwarna putih. Sebuah nilai lebih mengingat kelima karya hadir dengan warna-warna yang mencolok.

Jika diperhatikan dengan sudut pandang yang besar maka akan terpampang bagaimana bunga plastik dengan cepat mencuri perhatian setiap mata. Karakter bunga plastik yang menyerupai bunga sungguhan menimbulkan kesan bahwa karya yang dipamerkan tak berbeda dengan tanaman hias dalam sebuah vas bunga, hanya saja dalam versi yang sedikit lebih berantakan. Keriuhan bunga plastik tadi didukung pula dengan wadah bekas sebagai penopangnya.

Memandang ke bagian yang lebih kecil atau dekat, maka siapapun yang menikmati karya ini akan menyadari bagaimana resin punya andil dalam melengkapi bentuk baru sebagai keutuhan karya. Material resin terlihat menguasai beberapa permukaan bunga plastik. Tak jarang gumpalan resin terlihat tumpah ruah di beberapa bagian. Di bagian lainnya, resin dibentuk menyerupai tetesan air yang membeku pada bunga plastik.

Kesan tumpang-tindih di antara kedua material tadi akhirnya genap sudah ketika kita menyadari kehadiran barang bekas sering kali membuyarkan ekspetasi kita dalam menafsirkan karya (atau justru melahirkan imajinasi baru?). Benda-benda seperti sedotan, cup saos, juluran kabel USB, dan sebagainya hadir di sela-sela kedua material tadi. Ada kesan yang sedikit ganjil, tumpang-tindih, dan bertabrakan.

Selain kelima karya tadi, Daniel juga menghadirkan dua karya lainnya. Satu di antaranya adalah karya dengan judul Crying & Snogging; sebuah reproduksi karya sebelumnya yang ditampilkan dengan cara menggantung susunan beragam foto yang telah dibalur dengan material resin. Ada pula karya video berjudul Dives Cinematic yang coba dihadirkan kembali oleh Daniel sebagai perpanjangan gagasan atas repetisi dari salah satu karya yang pernah dikerjakannya.

Crying & Snogging (dok. Muhammad Alfariz)

Dari karya-karya yang dihadirkan dalam pameran The Puddles of Puke, Daniel Satyagraha membacanya sebagai sebuah pengulangan yang personal. Menurutnya, sebagai manusia setiap orang memiliki kecenderungan untuk melakukan hal-hal yang repetitif. Pengulangan yang disadari maupun tidak disadari ini memiliki pola-pola pengulangannya sendiri.

Bertumpu pada gagasan repetisi ini, Daniel memutuskan untuk memilih material yang familier dan pernah dipakai pada karya-karya di tahun sebelumnya. Misalnya saja material bunga plastik yang telah menemani kehidupan Daniel sejak dari dalam rumah. Latar belakang keluarga yang getol mengoleksi bunga plastik (dan juga bunga sungguhan) tak luput dari pembacaan Daniel. Eksplorasi material bunga plastik pernah diciptakan sebelumnya pada tahun 2012 dengan judul New Romantic.

Selanjutnya pada eksplorasi material resin, Daniel pernah menuangkannya dalam pameran Postscript/Notabene: One To Others pada tahun 2019. Daniel menumpukkan dan menyusun potongan-potongan foto dengan menggunakan material resin untuk memberi kesan timbul. Sedangkan untuk material barang bekas, telah menjadi kebiasaan Daniel untuk mengumpulkan beberapa benda sisa pakai yang menurutnya memiliki potensi untuk diolah di kemudian hari.

Dengan kata lain, dalam pameran ini Daniel sedang mencoba untuk mempresentasikan tumpang-tindih eksplorasi yang selalu terulang di setiap proses berkeseniannya. Eksplorasi material yang dilakukan Daniel Satyagraha dengan berkutat pada bunga plastik, resin, dan barang bekas, mungkin bukan hal baru atas penerjemahan metode dan teknik fotografi. Namun bisa saja, eksplorasi ini justru menjadi sebuah laboratorium yang mampu terus dikembangkan dan melampaui batas kerja-kerja fotografi.