Praktik artistik MES 56 terus mendorong batasan-batasan seni dengan tidak berkutat pada bentuk dan selalu mempromosikan proses sebagai pendekatan kritis atas hubungan antara subjek, disiplin ilmu dan konteks. Dalam proses ini, beragam jaringan individu, kolektif dan komunitas merupakan kesatuan yang sangat krusial yang membentuk dan menempa praktik artistik MES 56. Usaha-usaha dalam membangun dan merawat relasi di antara kolektif tersebut merupakan sebuah laku seni. Format festival yang digunakan dalam presentasi proyek kolektif ini melacak praktik-praktik yang telah dilakukan selama lebih dari 25 tahun sebagai sebuah praktek seni yang intim dan mendalam.

Proyek ini merupakan respon atas undangan pameran tunggal dari Galeri Seni Katamsi, Institut Seni Indonesia Yogyakarta. MES 56 mengambil alih seluruh ruang galeri dengan memamerkan seluruh proyek kolektif, arsip dan menggelar program-program acara seperti pameran fotografi siswa, workshop, penayangan film, diskusi, dan pertunjukan intermedia.

MES 56’s artistic practice continues to push the boundaries of art by not only relying on the form and promoting processes as a critical approach to relations across subjects, disciplines, and contexts. In this process, the network of various individuals, collectives, and communities is a crucial unity that forms and forges the artistic practice of MES 56. The effort to build and maintain relations between them is an act of art. The works that appear are traces of art practice as a deep and intimate art practice.

This project is a commissioned work for Galeri Seni Katamsi, Indonesian Institute of Art Yogyakarta. MES 56 occupied the whole gallery to present previous collective projects, archives and organising photography exhibition for students, workshops, talks, film screenings and intermedia performance.