Scroll down for english version

Berdasarkan adanya dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga yang melibatkan salah satu anggota dan keluarga Ruang MES 56, maka kami memberikan pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. MES 56 sebagai organisasi, kolektif, dan individu menolak segala bentuk tindakan kekerasan khususnya Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
  2. Kami percaya bahwa persoalan kekerasan gender membutuhkan upaya-upaya yang lebih berpihak kepada korban, yaitu upaya-upaya yang lebih membawa rasa keadilan bagi pihak-pihak yang terlibat, baik secara hukum maupun secara kekeluargaan.
  3. Mengakui adanya keterlambatan pengambilan sikap atas peristiwa tersebut. Lambatnya respon organisasi ini merupakan akibat dari salah satu poin kesepakatan dalam pertemuan pada 14 Februari 2017 yang dihadiri oleh Korban, 3 anggota MES 56 (Akiq AW, Rangga Purbaya dan Wimo Ambala Bayang) beserta 2 anggota salah satu pusat kajian budaya di Mantrijeron, Yogyakarta sebagai pengundang.
  4. Kesepakatan dalam pertemuan tersebut adalah: korban secara spesifik meminta MES 56 untuk tidak menonaktifkan dan tidak mengucilkan pelaku, hal tersebut dikarenakan adanya ketakutan korban akan potensi tindakan negatif dari pelaku, dan harapan perubahan yang lebih baik dari sikap pelaku demi masa depan anak-anak mereka.
  5. Memberikan dukungan penuh kepada korban dan siap melakukan tindakan yang diperlukan dalam upaya menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi akibat dari tindak kekerasan tersebut.

 

Berdasarkan poin-poin tersebut di atas, MES 56 memutuskan untuk:

  1. Memberi ruang kepada pelaku untuk menyelesaikan persoalan tindak kekerasan tersebut dengan cara menonaktifkannya dari segala kegiatan organisasi dan kelompok.
  2. Mendorong dan mendampingi pelaku untuk menyelesaikan persoalannya baik secara hukum maupun kekeluargaan.
  3. Melakukan upaya-upaya yang diperlukan untuk menjadikan Ruang MES 56 sebagai ruang publik yang aman dan bebas dari diskriminasi dan kekerasan gender, orientasi seksual, agama, usia dan perbedaan latar belakang lainnya. Salah satu upaya tersebut adalah dengan mengembangkan kapasitas anggota MES 56 terutama yang berkaitan dengan isu-isu kemanusiaan, anti kekerasan dan kesetaraan gender baik melalui workshop atau kegiatan edukasi lainnya.
  4. MES 56 menolak dan berupaya mencegah perilaku, ucapan dan tindakan seksis, baik ditingkat personal maupun kolektif, dalam perilaku organisasi maupun sehari-hari.
  5. MES 56 sadar akan kurangnya pemahaman, pengetahuan dan sensibilitas atas isu-isu dan aspek-aspek yang berkaitan dengan gender dan anti kekerasan, dan akan berupaya untuk mencari bantuan kepada lembaga atau pihak-pihak yang lebih berkompeten.

 

Dengan pernyataan sikap ini, MES 56 menyatakan penyesalan dan permintaan maaf sebesar-besarnya dan meminta dukungan semua pihak agar hal serupa tidak terjadi dikemudian hari.

Kami, yang namanya tercantum di bawah ini, berkomitmen untuk melaksanakan segala poin-poin yang telah kami nyatakan di atas.

 

Angki Purbandono

Akiq AW

Rangga Purbaya

Wimo Ambala Bayang

Yudha Kusuma Putera

Vandy Rizaldi

Mario Rivando Mamasta

Camilia Bahas

FX Woto Wibowo

Irwan Diansyah

Eri Rama Putra

Fajar Riyanto

Gatari Surya Kusuma

Edwin Roseno Kurniawan

Andri William

Anang Saptoto

Nunung Prasetyo

Dito Yuwono

Daniel Satyagraha

 

Statement of Ruang MES 56 regarding of the accusation on Domestic Violence

 

Based on an allegation of domestic violence which involves one of the members of Ruang MES 56, hereby we would like to state our response as bellow:

 

  1. MES 56, as an organization, collective, and individual, is against any form of violence, especially domestic violence
  2. We believe that in a domestic gender violence case, we need more than just usual approach in defending the victims, to make sure that justice will be served for the related parties, legally and amicably
  3. We admit that there was a insensitive delay from us to make this statement. This delay is a ‘hold’ position as part of an agreement made on a meeting held on 14 February 2017, which involved; the victim,our members (Akiq AW, Rangga Purbaya dan Wimo Ambala Bayang) and two person from a cultural studies center in Mantrijeron, Yogyakarta as the host.
  4. The agreement includes: victim specifically requested MES 56 to not deactivate and isolate the offender, as the victim feared of any potential negative actions from the offender, and hoped for a better change in the attitude of the offender for the sake of the future of their children.
  5. We stand behind the victim and her children and we will fully cooperate in any necessary action to resolute the problems resulted from the act of violence.

 

Regarding any and every point stated above,MES 56 decides to:

 

  1. Deactivating the offender from all organization and collective activities to provide space for him to proof himself and to face any necessary steps regarding the accusation.
  2. Provide counsel and legal support to the offender in resolving the problem legally and amicably
  3. Make any necessary change to make Ruang MES 56 safe for everybody and free of discrimination and violence related to gender, sexual orientation, religious, age and any social and cultural background. One of the most important part will be building our members capacity related to human right issues, anti-violence, and gender equality through workshops or other educational activities.
  4. MES 56 against any sexist acts and will make sure there will be no more sexism in our official and personal manner.
  5. MES 56 acknowledge our grave lack of understanding and sensitivity regarding aspects of gender and violence, and looking for help from any institution and individual who has knowledge and tools to educate us.

 

MES 56 expresses deepest regrets and apology, and seeks for support from everyone to prevent similar thing from happening again in the future.

 

We, as our name mentioned below, are committed to conduct everything we have stated in this statement.

 

Angki Purbandono

Akiq AW

Rangga Purbaya

Wimo Ambala Bayang

Yudha Kusuma Putera

Vandy Rizaldi

Mario Rivando Mamasta

Camilia Bahas

FX Woto Wibowo

Irwan Diansyah

Eri Rama Putra

Fajar Riyanto

Gatari Surya Kusuma

Edwin Roseno Kurniawan

Andri William

Anang Saptoto

Nunung Prasetyo

Dito Yuwono

Daniel Satyagraha