Blog

Partisipan Youth Of Today Bicara Tentang Karyanya

Category Articles Tags

FKY: Live Cooking Project, Remixing Nusantara

MES 56 berpartisipasi di Live Coocking Project dengan tema Remixing Nusantara yang diselenggarakan oleh Festival Kesenian Yogyakarta ke 26. MES 56 diwakili oleh chef Jimbo dan chef Nunung.

Foto oleh Anang Saptoto

Category News

Presentation: Sinta Tantra

A British artist of Balinese descent, Sinta Tantra was born in New York in 1979. She studied at the Slade School of Fine Art, University College London 1999–2003 and at the Royal Academy Schools 2004–06. Tantra is well regarded for her site-specific murals and installations – many in the public realm. These include works for, Transport for London, the Southbank Centre, Canary Wharf Group, Liverpool Biennial, Bristol Royal Hospital for Children, Newnham College, Cambridge University. She has been recently shortlisted for the North Kensington Public Art Sculpture Commission alongside finalists such as Julian Opie, for her collaborative work with British sculptor Nick Hornby.

She describes her works as ‘painting on an architectural scale’, which celebrates the spectacle, questioning the decorative, functional and social role of art. Sinta Tantra has received many awards, including the prestigious Deutsche Bank Award, and this year she has been selected by the British Council and Arts Council UK for the International Development Award for her residency with Cemeti Art House and Ruang MES 56. During her residency period in Yogyakarta until the end of September, Sinta will explore Batik and make a research on mural and street art.

Category Presentation

Presentation: Adam de Boer

Adam de Boer (l. Riverside, California 1984) lulus S1 Jurusan Seni Lukis (2006) dari College of Creative Studies di University of California, Santa Barbara dan meraih gelar MA jurusan Seni Murni (2012) dari Chelsea College of Art and Design, London. 

de Boer telah memenangi beberapa penghargaan, antara lain DC Commission on the Arts and Humanities, Cultural Development Corporation, Santa Barbara Arts Fund, dan pada tahun 2011 mendapat beasiswa Arts for India Scholarship untuk menyelesaikan program masternya di Chelsea College of Art and Design. Pada musim gugur tahun 2012, dia bergabung dengan studio dan residensi pengajaran di International Institute of Fine Arts di Modinagar, India dan menghabiskan musim gugur 2013 di Bogotá, Colombia sebagai seniman residensi di Laagenicia. 

Musim panas tahun 2010 dan 2011, de Boer mengunjungi tanah kelahiran ayahnya di Purwokerto, Jawa Tengah, untuk menyelidiki keturunan Indo-nya. Karya terbarunya menggunakan gambaran dan kerajinan tradisional dari daerah ini sebagai cara untuk menghubungkan praktek artistiknya dengan budaya nenek moyangnya. Dalam residensinya kali ini dengan Ruang MES 56 dan Cemeti Art House, dia ingin mengembangkan proyek mengenai lukisan hibriditas Belanda-Indonesia. 



Adam de Boer (b. Riverside, California 1984) graduated with a BA in Painting (2006) from the College of Creative Studies at the University of California, Santa Barbara and an MA in Fine Art (2012) from the Chelsea College of Art and Design, London. 

de Boer has won several awards, including DC Commission on the Arts and Humanities, the Cultural Development Corporation, the Santa Barbara Arts Fund, and in 2011 received the Arts for India Scholarship to support his post-graduate studies at the Chelsea College of Art and Design. In the fall of 2012 he participated in a studio and teaching residency at the International Institute of Fine Arts in Modinagar, India and spent the fall of 2013 in Bogotá, Colombia as a resident artist at Laagenicia. 

In the summers of 2010 and 2011 de Boer travelled to his father’s birthplace in Purwokerto, Central Java to begin investigating his Indo heritage. His recent work employs imagery and traditional crafts from the region as a way to connect his artistic practice with those of his distant cultural forebears. During his residency at Ruang MES 56 and Cemeti Art House he will further his project on painting Dutch-Indonesian hybridity.

www.adamdeboer.com
www.mes56.com
www.cemetiarthouse.com

Category Presentation

Perasaan, Peta & Keamanan di Jalan Raya

Melalui workshop ini kami mengajak Anda bersama-sama menggunakan aplikasi SafetiPin untuk menandai lokasi atau tempat-tempat publik di Jogja yang menurut Anda tidak aman.

Acara ini merupakan respon Syafiatudina terhadap karya instalasi video dan sound “Agrofobia” dari Gisela Swaragita dan Dinda Advena.

Category Discussion, News, Workshop

Kisah di Balik Kisah

“Kisah di Balik Kisah”, bincang-bincang mengenai buku “Letters From The Cloud”, bersama Natasha Gabriella Tontey, Syafiatudina dan seorang tamu misterius yang kisah pengalamannya tentang bunuh diri ada dalam buku tersebut.

Diskusi juga membahas mengenai gaya penulisan Natasha yang menggabungkan antara kisah nyata dan fiksi. Di akhir diskusi, Syafiatudina menyampaikan bahwa ada hal yang ia paparkan selama diskusi adalah fiksi. Namun, ia tidak menceritakan bagian mana yang fiksi tersebut.

Category Discussion, News

Pembukaan Pameran Youth Of Today

 

                   YOUTH OF TODAY

Pembukaan Pameran:
Jum’at, 11 Juli 2014
19.00
Di Ruang MES 56,
Jalan Minggiran No. 61A, Yogyakarta

Pameran berlangsung hingga tanggal 20 Juli 2014

Artist Talk:
Sabtu, 12 Juli 2014
19.00

Seniman/Artist:
Dinda Advena
Gisela Swaragita
Natasha Gabriella Tontey
Syafiatudina
Syaura Qotrunadha

Apakah hal yang paling membuatmu gelisah? Inilah pertanyaan yang berulangkali dibicarakan oleh para peserta residensi Youth of Today di Ruang MES 56. Lima perempuan dengan latar belakang yang berbeda-beda, mengeskplorasi pengalaman dan pandangan personal mereka mengenai ruang, keluarga dan kematian. Pameran ini merupakan presentasi hasil dari proses diskusi dan mentoring yang dilakukan bersama dengan kelompok MES 56 selama dua bulan.

What makes you anxious? A question which is constantly being discussed by the participants of ‘Youth of Today’ residency program in Ruang MES 56. Five women with different backgrounds have been exploring their personal experiences and views on space, family and death. This exhibition is presented as the result of discussions and mentoring that have been conducted with MES 56 for two months.

www.mes56.com
youthoftodaymes56.tumblr.com

Category News

Empat Lima x Youth Of Today: ‘Wanita Online’ Meetups

Kelompok musik Empat Lima bersama dengan Youth Of Today, mengundang para perempuan yang aktif sebagai seniman, musisi, penulis, fotografer, designer, dan pekerja kreatif lainnya, untuk bertemu dan memberi masukan mengenai WANITA Online (Woman’s Art Network Indonesia To Australia). WANITA Online adalah sebuah direktori seni dan musik untuk seniman kontemporer perempuan di Indonesia dan Australia. Melalui WANITA Online, para seniman perempuan dapat mempromosikan karyanya dan membangun jaringan dengan sesama seniman perempuan lainnya. Jaringan seperti apa yang dibutuhkan oleh para seniman perempuan di Indonesia dan Australia? Bisakah kita berbagi pengalaman dan menyusun rencana kerja bersama melalui jaringan ini?



Youth Of Today adalah sebuah proyek seni yang diselenggarakan oleh Ruang MES 56. Proyek ini mengundang 5 perempuan muda dari latar belakang yang berbeda (musisi, seniman, fotografer, peneliti, desainer) untuk berdiskusi dan mengembangkan gagasan mengenai perkembangan budaya terkini.
Empat Lima adalah band rock beranggotakan 3 perempuan yang berasal dari Melbourne, Australia. Band ini terinspirasi oleh musik rock era ’60an dari kawasan Asia. Empat Lima sedang melakukan tur promo album perdana mereka “Satu BOOM!” di Indonesia.

——

Empat Lima together with Youth Of Today, invites all fellow creative women, either as artists, musicians, writers, photographers or designers, to come and give feedbacks on WANITA Online (Woman’s Art Network Indonesia To Australia). WANITA online is an art and music directory for female contemporary artists of Indonesia and Australia. It is a place for women to represent their work and to make connections between other artists across the seas. What kind of network do we need as woman artists from Indonesia and Australia? Can we share experience or start a collaboration through this network?



Youth Of Today is an art project run by Ruang MES 56. This project invites 5 young females from different background (musician, artist, photographer, researcher, designer) to discuss and develop an idea about contemporary culture nowadays.
Empat Lima is an all-girls rock-band from Melbourne, Australia. Inspired by Asian’s girls-rock band from the ’60s. They are doing a promo-tour for their debut album “Satu BOOM!” in Indonesia.

Category News

Presentasi Publik Youth Of Today

Pada hari Selasa, 10 Juni 2014, peserta residensi Youth of Today memperkenalkan latar belakang dan tema-tema yang menjadi ketertarikan personal. Dinda Advena membahas soal perasaan terintimidasi yang muncul ketika berada di ruang publik. Syaura Qotrunadha berbicara mengenai persoalan kesenjangan generasi. Gisela Swaragita mengungkapkan ketertarikannya terhadap penciptaan citra melalui narasi teks. Sedangkan Natasha Gabriella Tontey mempresentasikan topik kematian dan bunuh diri sebagai fokusnya. Diskusi berlanjut dengan pembahasan mengenai bagaimana membawa pengalaman personal menjadi persoalan bersama. Syafiatudina mengajukan tawaran untuk mengeksplorasi perasaan gelisah  sebagai upaya untuk menyatukan tema-tema yang berbeda ini.

Category News

Youth Of Today is Back!

Setelah 10 tahun, Ruang MES 56 kembali menggelar proyek seni Youth Of Today.

Pertama kali diselenggarakan di tahun 2004, pada tahun 2014 ini kami mengundang 5 perempuan muda dari berbagai tempat dan latar belakang aktivitas yang berbeda-beda (musisi, fotografer, seniman, peneliti, desainer). Partispan diajak untuk bekerja secara kolektif, mendiskusikan berbagai wacana budaya terkini, menggali gagasan dan mengembangkannya menjadi sebuah karya seni.

Lima partisipan tersebut adalah:
Dinda Advena (fotografer, traveller, aktif di komunitas hardcore/punk), Gisela Swaragita (musisi, jurnalis, aktif di radio online Kanaltigapuluh dan acara musik bulanan Lelagu), Natasha Gabriella Tontey (seniman, desainer), Syafiatudina (peneliti, aktif di KUNCI Cultural Studies Center) dan Syaura Qotrunadha (seniman, fotografer).

Selama 2 bulan mereka menggunakan ruang galeri MES 56 sebagai studio yang terbuka untuk publik. Silahkan berkunjung, berkenalan dan berbagi bersama mereka di Ruang MES 56.

Kunjungi blog Youth Of Today di http://youthoftodaymes56.tumblr.com/ dan ikuti di Instagram melalui tagar #youthoftodaymes56

Category News