Tulisan ini merupakan materi teks diskusi pameran “Faraway So Close” yang diselenggarakan di Galeri Semarang pada tanggal 27 April 2013. Ditulis oleh Agung Nugroho Widhi.
Faraway So Close1
Membaca judul di atas, mungkin kita akan beranggapan bahwa ini adalah sebuah permainan kata-kata belaka atau suatu pemikiran yang dualistis. Judul tulisan yang sekaligus merupakan judul pameran kolektif MES 56 ini, berusaha “berbicara tentang Semarang”, sebuah kota yang terletak kurang lebih empat jam di sebelah utara Jogja.
Secara umum, karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini “membicarakan Semarang” dalam 2 artian, yaitu Semarang sebagai entitas bentang fisik (physical landscape) dan sebagai bentang mental (mental landscape) yang mengacu pada “gagasan atau narasi besar tentang Semarang.” Secara tematik, karya-karya yang ditampilkan MES 56 dalam Faraway So Close bisa dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu karya-karya yang membicarakan memori, jarak, dan ketertampakan (visibility). Tiga kelompok karya tersebut semuanya dibingkai serta terangkum dalam tiga buah kutipan2 yang juga disajikan di ruang pameran.
Tulisan ini berupaya untuk membaca ulang gagasan pameran dan karya-karya yang dipresentasikan, baik karya-karya personal para anggota MES 56 maupun karya kolektif.

























